Selasa, 22 Februari 2011

GERAK PADA TUMBUHAN

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar belakang
Tumbuhan walaupun tidak mempunyai sistem saraf, tetapi dapat memberikan reaksi terhadap rangsangan. Iritabilitas pada tumbuhan disebabkan karena adanya bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan. Pada bagian ini terdapat suatu celah yang disebut noktah yang menghubungkan sel satu dengan yang lain. Melalui noktah terjadi hubungan antara sel satu dengan lainnya oleh penjuluran-penjuluran protoplasma atau benang-benang plasma yang disebut plasmodesmata.
Salah satu ciri makhluk hidup adalah kemampuan bergerak. Sebagai makhluk hidup, tumbuhan juga dapat bergerak, walaupun gerakannya tidaklah sebebas hewan dan manusia.
Untuk memahami macam-macam gerak yang terjadi pada tumbuhan, penulis menyusun makalah yang berjudul “Gerak pada Tumbuhan.”

B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui macam-macam gerak pada tumbuhan berdasarkan penyebab terjadinya gerakan.
2. Memahami perbedaan antara gerak tropisme, taksis, dan nasti.
3. Memahami mekanisme terjadinya gerak tropisme, taksis, dan nasti.

C. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah ;
1. Sebagai bahan informasi bagi penulis tentang gerak yang terjadi pada tumbuhan.
2. Sebagai informasi tambahan pada mata kuliah fisiologi tumbuhan.



BAB II
PEMBAHASAN


A. Macam-macam gerak pada tumbuhan
Banyak tanaman rendah, terutama yang bersel satu, dapat bergerak dalam arti kata berpindah tempat. Banyak bakteri, alga bersel satu, spermatozoa bangsa lumut dan paku, spermatozoa beberapa jenis Cycadae dapat bergerak dengan bebasnya, seakan-akan mereka itu hewan-hewan gesit. Gerak tanaman rendah semacam itu disebut gerak lokomotoris (gerak pindah tempat).
Gerak yang dilakukan oleh tanaman tinggi sebenarnya hanya berupa pembengkokan bagian tanaman sebagai akibat dari turgor jaringan yang tidak sama. Gerak ini disebut gerak alasotonis. Gerak ini dilakukan oleh bagian-bagian yang memiliki persendian, misalnya daun Mimosa. Kita juga mengenal gerak yang berupa pertumbuhan yang tidak seimbang, kita sebut dengan gerak auksotonis. Contohnya adalah gerak membeloknya ujung batang ke arah sinar. Gerak ini dikenal dengan sebutan gerak fototropi (Dwijoseputro, 1980:176).
Orang mencoba membeda-bedakan gerak tanaman itu berdasarkan bagian apa yang bergerak dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi gerak tersebut.

1. Menurut penyebab terjadinya gerakan
Menurut penyebabnya, gerak pada tumbuhan dibedakan atas 3 macam, yaitu:

a. Gerak higroskopi
Gerak higroskopi adalah gerak yang disebabkan oleh pengaruh perubahan kadar air.
Contoh:
§ Pecahnya buah polongan seperti petai cina, jarak, dan lain-lain.
§ Gerak membukanya sporangium (kotak spora) pada tumbuhan paku oleh anulus.
§ Gerak membuka dan menutupnya sporangium pada tumbuhan lumut oleh gigi peristom.

Lamtoro
Pacar air
Pacar air
Gambar 1. Beberapa contoh gerak higroskopis








b. Gerak karena pengaruh rangsangan dari luar (gerak etionom/gerak paratonis)
Gerak etionom pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi gerak yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang dan gerak yang tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan (gerak nasti). Gerak yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang terdiri atas gerak seluruh tubuh (gerak taksis), dan gerak tumbuh (gerak tropisme).
Agar lebih jelas, berikut akan dijelaskan mengenai taksis, tropisme, dan nasti.  

1) Taksis
Gerak taksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan menjauhi atau mendekati sumber rangsangan. Gerak taksis pada umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah sebab tubuhnya tidak menempel pada tempat tertentu.
Jenis gerak taksis biasanya dinamai berdasarkan jenis rangsangannya. Misalnya, disebut fototaksis jika rangsangannya berupa cahaya dan kemotaksis jika rangsangannya berupa bahan kimia. Gerak taksis yang mendekati arah datangnya rangsangan  sering disebut gerak taksis positif sedangkan gerak taksis yang menjauhi datangnya rangsangan disebut gerak taksis negatif.
Contoh gerak fototaksis misalnya adalah gerak kloroplast ke sisi sel yang mendapatkan cahaya matahari, dan gerakan Euglena viridis yang selalu bergerak ke arah cahaya matahari. Adapun contoh gerak kemotaksis adalah gerak spermatozoid tumbuhan lumut dalam ruang arkegonium saat membuahi sel telur. Gerak kemotaksis ini dirangsang oleh glukosa yang terdapat di ruang arkegonium. Contoh lainnya adalah bakteri-oksigen pada percobaan Engelmann: bakteri- oksigen berkumpul di tempat yang menghasilkan O­­­2.
Suatu percobaan dengan bakteri dalam setetes air yang dilalui oleh aliran listrik sejurusan menunjukkan bahwa ada spesies yang suka mengumpul ke daerah (+), dan ada spesies lain yang suka berkerumun ke daerah (-), gerak ini disebut galvanotaksis.

2) Tropisme
Lingkungan berpengaruh sangat besar dalam pembentukan tumbuhan. Tropisme adalah respons pertumbuhan yang menyebabkan pembengkokan organ tumbuhan yang utuh menuju atau menjauhi stimulus (Bahasa Yunani tropos, “berputar”). Mekanisme tropisme merupakan suatu perbedaan laju pemanjangan sel pada sisi yang berlawanan pada suatu organ (Campbell, 2003: 389).  Gerak tropisme merupakan gerak sebagian tubuh tumbuhan, baik mendekati maupun menjauhi arah datangnya rangsangan. Seperti halnya pada gerak taksis, gerak tropisme juga dinamai berdasarkan jenis rangsangannya. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak tropisme dibagi menjadi fototropisme (heliotropisme), hidrotropisme, geotropisme, dan tigmotropisme (haptotropisme).
Fototropisme merupakan gerak yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Hidrotropisme merupakan gerak yang dipengaruhi oleh rangsang berupa air. Geotropisme merupakan gerak yang dipengaruhi oleh rangsang berupa gravitasi bumi. Adapun tigmotropisme merupakan gerak membelok bagian tanaman sebagai akibat persinggungan. Seperti gerak membelit ujung batang atau ujung sulur pada tumbuhan Cucurbitaceae.
Secara umum gerak tropisme seringkali dibedakan berdasarkan arah gerakan tumbuhan. Gerak tropisme yang mendekati arah datangnya rangsang disebut tropisme positif, sedangkan gerak tropisme yang menjauhi arah datangnya rangsang disebut tropisme negatif.




Gambar 2. Beberapa contoh gerak tropisme pada tumbuhan
geotropisme
tigmotropisme
fototropisme









3) Nasti
Selain perubahan jangka panjang dalam bentuk tubuh yang disebabkan oleh tropisme, tumbuhan juga mampu melakukan pergerakan yang dapat berbalik arah akibat perubahan tekanan turgor pada sel-sel khusus sebagai tanggapan terhadap stimulus.
Ketika kumpulan daun tumbuhan sensitif putri malu (Mimosa) disentuh, daunnya akan lunglai dan helai daunnya akan melipat bersama. Respon ini hanya memerlukan waktu sedetik atau dua detik, disebabkan oleh kehilangan turgor sel secara cepat di dalam pulvinus, yaitu organ motor khusus yang berlokasi pada persambungan daun. Sel-sel motor secara mendadak menjadi lembek setelah perangsangan karena hilangnya kalium, yang menyebabkan air meninggalkan sel melalui osmosis. Sel membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mendapatkan kembali turgornya dan memulihkan bentuk alamiah daun (Campbell, 2003: 391).
Gerak nasti berbeda dari gerak taksis dan gerak tropisme yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Gerak nasti merupakan gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. Contoh gerak nasti adalah seismonasti, fotonasti, termonasti dan niktinasti.
Seismonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa sentuhan atau getaran. Contohnya pada gerak menutup daun putri malu (Mimosa pudica) setelah disentuh. Adapun fotonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa cahaya. Gerak fotonasti ini contohnya adalah membukanya bunga pukul empat (Mirabilis  jalapa) pada sore hari. Contoh gerak nasti lainnya adalah termonasti. Termonasti merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang berupa suhu (temperatur). Bila mendadak mengalami kenaikan temperatur, maka bunga mengembang. Ketika temperatur menurun, maka bunga-bunga tersebut kembali menutup. Contohnya terjadi pada bunga tulip dan bunga Crocus. Niktinasti adalah gerak tidur, rangsangannya adalah gelap. Seperti gerak menutupnya daun-daun majemuk, misalnya daun petai cina waktu malam hari. Seperti halnya dengan gerakan nasti lainnya, niktinasti terjadi karena timbulnya perubahan turgor suatu jaringan di dalam persendian daun. Sukar sekali menentukan apakah gerakan menutup tersebut dipengaruhi oleh perubahan intensitas sinar atau karena perubahan temperatur.





haptonasti
seismonasti
niktinasti

Gambar 2. Beberapa contoh gerak nasti pada tumbuhan



c. Gerak yang belum atau tidak diketahui penyebabnya
Jika suatu tanaman (sebagian atau keseluruhan) melakukan gerak dengan tiada pengaruh dari luar maka gerak itu disebut gerak endonom, autonom atau spontan. Diduga bahwa gerak ini terjadi dengan sendirinya tanpa suatu sebab. Sebagai contoh mengalirnya protoplasma di dalam sel, gerak ujung batang yang dikenal sebagai nutasi atau sirkumnutasi karena ujung tersebut mengadakan gerak spiral. Contoh yang klasik adalah daun Desmodium gyrans dan beberapa spesies Leguminosae lainnya.




BAB III
PENUTUP


A. Simpulan
1. Sebagai makhluk hidup, tumbuhan juga memiliki kemampuan menanggapi rangsangan.
2. Gerak pada tumbuhan dapat dibedakan berdasarkan penyebab terjadinya gerakan. Yakni, gerak higroskopi, gerak etionom, dan gerak endonom.
3. Gerak etionom dapat dibagi menjadi gerak tropisme, taksis, dan nasti.
4. Penamaan gerak pada tumbuhan biasanya mengikuti macam rangsangan yang mempengaruhinya.



























DAFTAR PUSTAKA


Campbell, N. A, dkk. 2003.Biologi. Jakarta: Erlangga.

Dwijoseputro, D. 1988. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.

Harahap, F dan Nusyirwan. 2007. Fisiologi Tumbuhan, Suatu Pengantar. UNIMED Press Medan.

Salisbury, F.B and Ross, C. 1984. Plant Phisiology. Third plant. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.

Santosa. 1990. Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.